Photostream : Chile Mine Rescue Efforts

KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.BLOGSPOT.COM

In this photo released by the Chilean government, miner Esteban Rojas, 44, gets on his knees to pray after being rescued from the collapsed San Jose gold and copper mine, near Copiapo, Chile, Wednesday, Oct. 13, 2010. Rojas was the eighteenth of the 33 miners rescued from the mine after more than two months trapped underground

(AP Photo/Hugo Infante, Chilean government)

In this photo released by the Government of Chile, miner Omar Reygadas Rojas, holds a Bible after being rescued from the collapsed San Jose gold and copper mine, near Copiapo, Chile, Wednesday, Oct. 13, 2010. Reygadas was the seventeenth of 33 miners rescued from the mine after more than 2 months trapped underground.

(AP Photo/Hugo Infante, Government of Chile)

           
Trapped miner Omar Reygadas (in green) embraces his son after reaching the surface to become the 17th to be rescued from the San Jose mine in Copiapo October 13, 2010. Seventeen of 33 trapped miners have been rescued from the gold and copper mine in Chiles northern Atacama desert in a painstaking operation still under way. REUTERS/Hugo Infante/Government of Chile/Handout
In this photo released by the Government of Chile, miner Daniel Herrera Campos embraces his mother after being rescued from the collapsed San Jose gold and copper mine, near Copiapo, Chile, Wednesday, Oct. 13, 2010. Herrera was the sixteenth of 33 miners rescued from the mine after more than 2 months trapped underground.

(AP Photo/Hugo Infante, Government of Chile)

Trapped miner Victor Segovia (C) reaches the surface to become the 15th to be rescued from the San Jose mine in Copiapo October 13, 2010. Sixteen of Chiles 33 trapped miners were hoisted to safety in a cramped rescue capsule on Wednesday, punching the air and hugging their families in a triumphant end to their two-month ordeal. REUTERS/Hugo Infante/Government of Chile/Handout
In this photo released by the Chilean presidential press office, Chiles President Sebastian Pinera, back, greets miner Victor Zamora Bugueno after his rescue from the collapsed San Jose gold and copper mine, near Copiapo, Chile, Wednesday, Oct. 13, 2010.

(AP Photo/Jose Manuel de la Maza, Chilean Presidential Press Office)

In this photo released by the Chilean government, miner Carlos Barrios waves to the crowd while emerging from the capsule that brought him to the surface from the collapsed San Jose gold and copper mine near Copiapo, Chile, Wednesday, Oct. 13, 2010. Barrios is the thirteenth of 33 miners who was rescued after more than 2 months trapped underground.

(AP Photo/Hugo Infante, Chilean government)

In this photo released by the Chilean government, Edison Pena, gestures as he is carried on a stretcher after being rescued at the San Jose mine, near Copiapo, Chile, Wednesday, Oct. 13, 2010. Pena was the twelfth of 33 miners rescued from the San Jose mine after more than 2 months trapped underground.

(AP Photo/Hugo Infante, Chilean government)

In this photo released by the Chilean government, Jorge Galleguillos, the eleventh miner rescued from the collapsed San Jose gold and copper mine waves to the crowd after been trapped with 32 other miners for over two months near Copiapo, Chile, Wednesday, Oct. 13, 2010

(AP Photo/Hugo Infante, Chilean government)

 
In this photo released by the Chilean government, miner Alex Vega gestures after being rescued from the collapsed San Jose gold and copper mine where he had been trapped with 32 other miners for over two months near Copiapo, Chile, Wednesday Oct. 13, 2010.

(AP Photo/Hugo Infante, Chilean government)

Roxana Gomez, left, daughter of miner Mario Gomez, is comforted by Maria Segovia, sister of trapped miner Dario Segovia, as they watch on TV Gomezs rescue from the collapsed San Jose mine at the camp outside the mine near Copiapo, Chile, Wednesday Oct. 13, 2010. Thirty-three miners became trapped when the gold and copper mine collapsed on Aug. 5.

(AP Photo/Natacha Pisarenko)

In this photo released by the Chilean government, miner Florencio Avalos is carried away on a stretcher after being rescued from the collapsed San Jose gold and copper mine where he was trapped with 32 other miners for over two months near Copiapo, Chile, early Wed Oct. 13, 2010

(AP Photo/Hugo Infante, Chilean government)

In this photo released by the Chilean government, miner Claudio Yanez applauds as he is carried away in a stretcher after being rescued from the collapsed San Jose gold and copper mine where he had been trapped with 32 other miners for over two months near Copiapo, Chile, early Wed Oct. 13, 2010.

(AP Photo/Hugo Infante, Chilean government)

In this photo released by the Chilean government, miner Florencio Avalos, second left, hugs a relative after he was rescued from the collapsed San Jose gold and copper mine where he was trapped with 32 other miners for over two months near Copiapo, Chile, early Wed, Oct. 13, 2010.

(AP Photo/Hugo Infante, Chilean government)

Alfonso Avalos (right) father of Chilean miner Florencio Avalos and Wilson Avalos brother of Florencio embrace each other after Florencio was brought to the surface from the collapsed San Jose mine, near Copiapo. Rescue workers in Chile by had lifted to safety nearly a third of the 33 miners trapped deep underground, in an historic and complex operation carried off without a hitch.

(AFP/Hector Retamal)

Relatives of miner Carlos Barrios react while watching on a TV screen the rescue operation at the camp outside the San Jose mine near Copiapo, Chile, Wednesday, Oct. 13, 2010. Barrios was the thirteenth of 33 miners who was rescued from the collapsed gold and copper mine after more than 2 months trapped underground

(AP Photo/Natacha Pisarenko)

Residents rally in support of the miners trapped in the San Jose mine, as they gather to watch the rescue on a large screen in a public square in Copiapo October 12, 2010. Chiles 33 trapped miners are set to travel nearly half a mile through solid rock in a shaft just wider than a mans shoulders on Tuesday night, as their two month ordeal after a cave-in draws to an end

REUTERS/Mariana Bazo

(EKSKLUSIF) Kapolri Jenderal BHD : Dulu Saya Tidak Sangka Dapat Amanah Jadi Kapolri

 

WAWANCARA EKSKLUSIF

Dimuat di KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.WORDPRESS.COM 

KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.BLOGSPOT.COM

Kado Ciuman Mesra & Setangkai Mawar Putih Dari Isteri Untuk Ulangtahun BHD

Selamat Datang Timur Pradopo dan Terimakasih Jenderal BHD

Jakarta 13/10/2010 (KATAKAMI) — Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang merupakan Kapolri ke-19 akan segera memasuki masa purna bhaktinya ( pensiun ) per tanggal 1 November 2010 mendatang.

 Tepat di hari ulangtahunnya yang ke-58 pada hari Minggu (10/10/2010) lalu di kediaman dinasnya di Jalan Pattimura Jakarta Selatan, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memberikan kesempatan khusus kepada KATAKAMI.COM untuk melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF.

 

Ini sebuah kesempatan emas sebab kami memang meminta dan menunggu selama berbulan-bulan.

BHD adalah anak ke-4 dari 8 bersaudara dari pasangan Mayor CPM Haji R. Danuri dan  Mariam ( yang sebelumnya bekerja sebagai seorang bidan di bagian kesehatan lingkungan korps CPM ).

BHD dilahirkan di Bogor tanggal 10 Oktober 1952. Ia lulusan Akabri bidang Kepolisian tahun 1974.

Selama 2 tahun, ia telah bertugas sebagai Kapolri.

Dan ini WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri :

 

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri

 

Lebaran Bersama BHD, Cucu Kapolri Bertanya, “Abah, Apa Sih Artinya Menghilang Misterius ?”

Kapolri Jenderal BHD : Wajib Hukumnya Polri Mengamankan Kunjungan Obama

Katakami (K): Apa kesan yang dirasakan dan dihadapi selama bertugas selama 2 tahun ini sebagai Kapolri ?

Bambang Hendarso Danuri (BHD) : Begini ya … dalam perjalanan ini memang saya rasakan dinamikanya sangat tinggi. Dari mulai awal menghadapi persiapan sampai akhir penyelenggaraan Pemilu. Banyak tantangan yang saya hadapi, baik dari eksternal maupun internal. Namun ada pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari semua itu. Kita telah berusaha dengan konsep bagaimana kita melakukan percepatan di tubuh Kepolisian. Dengan berbagai tahapan, reformasi dan program-program ke dalam untuk pembenahan. Akhirnya Polri memang merasakan dalam 2 tahun terakhir ini bahwa harapan masyarakat sangat tinggi kepada Polri agar berubah. Ini betul-betul saya rasakan selama bertugas selama Kapolri. Polri harus berubah. Tapi jangan bilang bahwa Polri tidak pernah berubah. Polri sudah berubah.

(K) Apa hasil evaluasi dari internal Polri tentang dimana letak kelemahan Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar harapan yang tinggi itu bisa terpenuhi ?

(BHD) : Pelayanan yang masih sangat rendah dan memberatkan adalah Reserse. Itu makanya saya lakukan program “Ayo Keroyok Reserse”.

( Keterangan : Untuk membenahi reserse, pada bulan April lalu Polri bakal menggelar pembinaan terhadap 5.000 penyidik polisi di seluruh Indonesia. Pembinaan termasuk upgrading kompetensi, pakta integritas, dan pendidikan lanjutan. Program ini juga dikaitkan dengan pengawasan organisasi yang semakin ketat terhadap perilaku penyidik. Redaksi ).

(K) : Kalau Polri menyadari sepenuhnya bahwa masyarakat ingin agar Polri berubah atau mereformasi dirinya, apakah harapan masyarakat itu sudah terpenuhi ?

 

(BHD) :  Dengan komitmen dan konsistensi pengganti saya, saya yakin Polri berubah. Tapi sekali lagi saya mohon, jangan bilang Polri belum berubah dan cuma jalan di tempat. Polri yakin sudah ada perubahan.

(K) : Apa yang harus dilakukan oleh Kapolri yang baru nanti ?

(BHD) : Yang paling penting dilakukan adalah harus terus mencari terobosan. Saya sudah melakukan beberapa terobosan, diantaranya ya propram “Ayo Keroyok Reserse” tadi.  Kemudian program Quick Wins.

( Keterangan : Quick Wins adalah salah satu program unggulan POLRI dalam masa kepemimpinan Kapolri Bambang Hendarso Danuri dalam rangka meraih keberhasilan. Agar tercapai tuntutan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan Polri baik selaku pemelihara kamtibmas, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegakkan hokum. Polri telah mereformasi diri dan mempercepat proses birokrasi, salah satunya adalah melalui program dalam rangka meraih keberhasilan segera. Yang tercakup dalam Quick Wins adalah Quick Respon Patroli Samapta, Transparansi Penerbitan SIM, STNK DAN BPKB,  Transparansi Penyidikan Melalui Pemberian SP2HP atau Surat Pemberitahuan Perkemabangan Hasil Penyidikan dan Transparansi Rekrutmen Anggota Kepolisian yaitu AKPOL, PPSS DAN BINTARA.  Redaksi )

 

Dari Kiri ke Kanan (barisan terdepan) : Menkopolhukkam Djoko Suyanto, Presiden SBY, Kapolri BHD, Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani (duduk) & Irwasum Komjen Nanan Soekarna, disaksikan sejumlah perwira tinggi Polri

  

(K) : Semua program yang selama ini sudah dan sedang dilaksanakan, harus dilanjutkan oleh Kapolri yang baru ya ?

(BHD) :  Untuk perubahan culture … kita berharap mudah-mudahan Pak Kapolri baru punya konsep dan terobosan untuk melakukan perubahan berikutnya di Kepolisian.

(K) : Menjelang peralihan kepemimpinan ini, apakah Polri tetap solid atau ada semacam resistensi terhadap calon Kapolri baru yaitu Komjen Timur Pradopo ?

(BHD) : Alhamdulilah, tidak ada samasekali resistensi terhadap beliau. Saya sudah tanamkan kepada anak-anak di lapangan, kepada para perwira tinggi, para Kombes dan AKBP, begitu juga purnawirawan. Saya sudah bicara kepada mereka. Mabes Polri sudah menyiapkan perwira tinggi terbaik. Dan kemudian ada proses yang menyerahkan segala sesuatunya kepada hak prerogratif Presiden yang dipayungi UU Nomor 2 Tahun 2002.

( Keterangan : Pasal 11 ayat 1 UU Nomor 2 Tahun 2002 berbunyi, “Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat”. Ayat 2, “Usul pengangkatan dan pemberhentian Kapolri diajukan oleh Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat disertai dengan alasannya”.  Ayat 6, “Usul pengangkatan dan pemberhentian Kapolri diajukan oleh Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat disertai dengan alasannya”. Redaksi ).

 

Komjen Timur Pradopo ( kiri ) & Kapolri Bambang Hendarso Danuri

 

 

 

(K) : Artinya, pencalonan Komjen Timur Pradopo ini tidak bermasalah ya ?

(BHD ) :  Sesuai dengan UU kan, Kapolri dipilih oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Dan kalau dari kacamata Presiden, hal-hal dari eksternal dan internal memang sangat mempengaruhi maka Presiden bisa meminta nama baru. Dan nama baru itu memang sudah dipersiapkan oleh kami di Mabes Polri. Jadi tidak ada resistensi atau gejolak di dalam Polri. Kan Polri juga memiliki sistem. Dari nama-nama yang kami proses, pasti ada yang disiapkan menjadi calon Kapolri. Dan kalau ternyata dari hasil penilaian Tim Kepresidenan,  dibutuhkan nama baru diluar dari nama-nama yang kami ajukan maka kami akan mengajukan nama baru yang dianggap memenuhi persyaratan.

(K) : Jadi penilaian terhadap figur Komjen Timur Pradopo memang dilakukan oleh beberapa pihak ?

(BHD ) :  Ya betul. Penilaian bahwa calon Kapolri itu memenuhi persyaratan atau tidak, datang dari Mabes Polri, Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas) yang dipimpin Pak Djoko Suyanto, lalu Badan Intelijen Negara (BIN) dan Tim Kepresidenan. Ini yang memberikan penilaian secara keseluruhan. Dan yang terpenting, ini semua kan amanah dari Allah Swt. Kita sebagai manusia, tidak akan ada yang bisa mengetahui rahasia Allah. Saya pribadipun, dulu tidak pernah mengetahui atau menyangka akan menjadi Kapolri. Kalau tahun 2008 lalu, amanah dari Allah diberikan kepada saya untuk menjadi Kapolri. Maka sekarang yang akan mendapatkn amanah itu adalah Pak Timur Pradopo. Jadi menurut saya, sah-sah saja kalau Pak Timur yang diajukan oleh Bapak Presiden ke DPR.

 

(K) :  Apakah dalam rangka mengamankan pencalonan pak Timur Pradopo ini maka pada hari Jumat pekan lalu (8/10/2010), seluruh Kapolda dikumpulkan di Polda Metro Jaya untuk mendapatkan pengarahan dari Pak Kapolri ?

(BHD) : Mengenai pertemuan dengan seluruh Kapolda itu, pertama-tama untuk menghadapi perkembangan dinamika ke depan. Saya perlu menjelaskan dari aspek politis dan keamanan. Perlu tindakan yang cepat dari aparat kepolisian. Jadi jangan dianggap, Polri tidak memiliki sense of crisis. Dinamika di lapangan memang begitu cepat. Ada kasus Tarakan, kasus pembakaran, perkelahian antar kelompok, antar masyarakat. Ini memerlukan ketanggap-segeraan dari semua komponen. Tidak hanya dari kepolisian saja tetapi dari semua pihak. Dari Pemerintah Daerah sampai ke semua komponen yang ada. Sehingga embrio bahwa akan ada terjadi sesuatu di sekitar kita, bisa segera dimonitor dan dicegah oleh semua pihak. Sehingga embrio tindakan kekerasan itu tidak menjadi kerusuhan dalam skala yang begitu besar dan menimbulkan korban yang tidak diinginkan.

(K) : Jadi seluruh Kapolda dikumpulkan untuk mendapat pengarahan mengantisipasi kerusuhan-kerusuhan berskala besar di daerah ?

(BHD) : Ya betul itu tujuannya. Sehingga dapat dihindari kegamangan bahwa seolah-olah Polri tidak bisa melakukan apapun terhadap orang-orang membawa senjata api dan senjata tajam. Itu sebabnya Polri mengeluarkan Protap baru yaitu Protap 1 Tahun 2010 Tentang Penanganan Tindak Anarkis yang tujuannya untuk penanggulangan tindakan  anarkisme. Protap baru ini tidak perlu menunggu eskalasi. Protal yang lalu harus menunggu eskalasi dan izin sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum Dengan Rahmat  Tuhan Yang Maha Esa.

(K) : Jadi maksudnya, Protap baru ini dikeluarkan oleh Polri untuk adanya kepastian hukum ?

Begini … dengan adanya Protap baru ini, Polri bisa bertindak tegas jika ada kelompok maupun perorangan yang membawa senjata tajam untuk melakukan tindakan kekerasan. Protap baru ini sudah mengatur tahapan-tahapan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jadi kami harap, tidak akan ada lagi warga yang membuat orang takut, cemas, keamanan orang lain terganggu, bahkan nyawa orang lain sekalipun karena tindakan brutal. Sekarang kan harus ada kepastian hukum yang menjamin bahwa Polri punya satu protap yang terukur, bisa dijadikan pedoman para kapolda malam ini, direktur intelijen, reserse, kapolsek, kapolres dan jajaran Polri.

Dan satu lagi, sebelum protap ini kami sahkan dan dikeluarkan, kami sudah melakukan berbagai pertimbangan dan mendapatkan juga masukan-masukan dari masyarakat dan pihak terkait lainnya. Protap ini sudah dibahas bersama dengan Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia), Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional).

 

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri

 

 

 

(K) :  Di akhir masa kepemimpinan sebagai Kapolri, apa pesan yang ingin disampaikan kepada masyrakat di Indonesia ?

(BHD) :  Selama ini, kita sudah melihat ada kejadian perkelahian antar kampung, antar kelompok, ada tindakan anarkisme, terorisme, jadi yang pertama saya berpesan agar masyarakat jangan mudah terprovokasi. Kedua, mari stick holder yang ada saling bersinergi untuk membangun wilayahnya, terutama masalah keamanan agar tetap kondusif. Jangan cepat melakukan tindakan kekerasan. Cari dulu akar permasalahan dari setiap permasalahan. Selesaikan dulu di tingkat bawah. Jadi setiap permasalahan, jangan lantas diselesaikan lewat tindakan-tindakan kekerasan. Sebab nanti orang tidak mau melakukan investasi di Indonesia kalau tidak ada jaminan keamanan.

(K) : Baik, terimakasih Pak Kapolri untuk wawancara eksklusif ini.

(MS)

Kado Ciuman Mesra & Setangkai Mawar Putih Dari Isteri Untuk Ulangtahun BHD

http://matanews.com/wp-content/uploads/bambang_hendarso-590x395.jpg

Jakarta 11/10/2010 (KATAKAMI) — Secara EKSKLUSIF, selama seharian penuh KATAKAMI.COM berada di kediaman dinas Kapolri Jenderal BambangHendarso Danuri di hari Minggu ( 10/10/2010. 

Momen penting memang terjadi yaitu Kapolri BHD berulangtahun yang ke 58.

Sengaja tulisan ini dimuat sehari setelah acara demi acara di kediaman dinas Kapolri itu berlangsung sebab kami ingin menghormati “privacy” dari Keluarga Besar Kapolri BHD.

Sang Isteri tercinta ( Nani Bambang Hendarso Danuri) mengawali hari spesial suaminya dengan sholat tahajud Minggu dinihari. 

Di tengah malam itulah ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun pada suaminya disertai ciuman mesra. 

Dilanjutkan pada Minggu pagi, Ibu Nani mengundang sejumlah ibu-ibu Bayangkari anggota pengajian dari Angkatan 1974 ( Angkatan kelulusan Jenderal BHD). 

Acara “Sholat Tasbih” ini menandai ulangtahun Jenderal BHD di penghujung tugasnya sebagai Tri Brata 1. 

Acara yang digelar sederhana sekali. 

Dan buah tangan yang diberikan kepada para tamu adalah mukena berwarna coklat muda. 

Siang harinya, kediaman dinas Kapolri mulai melakukan persiapan karena pada malam harinya akan digelar acara syukuran yang akan dihadiri oleh para pejabat utama dan Kapolda. 

Khusus untuk acara syukuran ini, “tuan rumah” adalah staf di Mabes Polri.

“Saya sudah ingatkan kepada Korspri (Koordinator Sekretaris Pribadi), saya tidak ikut-ikutan untuk acara makan malam. Silahkan buat dan saya akan menyiapkan makanan. Tetapi staf harus bisa meyakinkan Bapak (Kapolri) agar beliau mau “hadir” di acara ulangtahunnya. Bukan apa-apa, Bapak paling tidak mau kalau ulangtahunnya dipestakan. Bapak itu inginnya sederhana” kata Ibu Nani Bambang Hendarso Danuri kepada KATAKAMI.COM, Minggu (10/10/2010). 

http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2010/09/kapolri-bhd-031.jpg?w=608&h=391
Foto : Kapolri BHD

Sambil menunggu acara syukuran makan malam di kediaman dinas Kapolri di Jalan Pattimura Jakarta Selatan, Kapolri BHD menerima KATAKAMI.COM di ruang kerjanya untuk sebuah wawancara eksklusif.

Wawancara eksklusif itu akan kami muat pada kesempatan berikutnya mengenai kesan dan pesan dari Kapolri BHD sepanjang ia menjabat sebagai Kapolri selama 2 tahun.

Dan pada malam harinya, acara syukuran ulang tahun Kapolri berlangsung sangat hikmat dan penuh rasa persaudaraan antar Keluarga Besar Polri. 

Acara ini dimeriahkan juga dengan penampilan trio Srimulat yaitu Tukul Arwana, Tarzan & Nunung. 

Yang cukup menarik, Kapolri BHD satu meja dengan Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani, Irwasum Komjen Nanan Soekarna, Komjen Imam Sudjarwo, Komjen Timur Pradopo dan Komjen Wahyono. 

Sejumlah Kapolda hadir dalam acara tersebut ( tapi tidak semua Kapolda dari seluruh Indonesia yang hadir, hanya beberapa saja yang hadir).
Kapolri memotong kue ulangtahunnya yang dihiasi dengan topi polisi dan lilin berbentuk angka 58. 

Ia memotong kue ulang tahun itu dan menyuapkan kue tersebut untuk pertama kali kepada sang isteri tercinta.

Acara yang cukup menarik adalah acara SPONTANITAS sebab dalam acara ini Kapolri menunjuk pejabat Polri untuk menyumbangkan suaranya. 

Pejabat pertama yang jadi “korban” adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman. 

Tetapi Kapolda Metro Jaya cukup panjang akalnya. Ia meminta seluruh Kapolri yang kebetulan hadir dalam acara Kapolri maju ke depan dan ikut bersama-sama dengan dirinya bernyanyi.

http://hminews.com/wp-content/uploads/na.jpg
Foto : Komjen Nanan Soekarna dan Komjen Imam Sudjarwo

Pejabat kedua yang jadi “korban” adalah Irwasum Polri Komjen Nanan Soekarna.
Seakan tidak mau kalah dengan paduan suara dari jajaran “Kapolda” maka Nanan meminta pada pejabat utama Mabes Polri untuk maju ke depan. 

Maka majulah sejumlah perwira tinggi Polri untuk menyumbangkan suara mereka yaitu antara lain Kabaintelkam Komjen Wahyono, Kalemdikpol Komjen Imam Sudjarwo, Kabareskrim Komjen Ito Sumardi dan sejumlah pejabat utama lainnya. Kelompok paduan suara pejabat utama Mabes Polri ini menyanyikan lagu AYAH :

Untuk Ayah Tercinta
aku Ingin Bernyanyi
Walau Air Mata Di Pipiku
Ayah Dengarkanlah
aku Ingin Berjumpa
Walau Hanya Dalam Mimpi
Lihatlah Hari Berganti
Namun Tiada Seindah Dahulu
Datanglah aku Ingin Bertemu
Untukmu aku Bernyanyi
Untuk Ayah Tercinta
aku Ingin Bernyanyi
Walau Air Mata Di Pipiku
Ayah Dengarkanlah
aku Ingin Berjumpa
Walau Hanya Dalam Mimpi


Foto : Komjen Timur Pradopo

 
Sementara itu, calon kapolri Komjen Timur Pradopo juga ditodong untuk bernyanyi. 

Tak disangka-sangka, ternyata Timur Pradopo bersuara emas. 

Calon pengganti BHD ini memiliki suara yang sangat merdu.
 
Timur yang juga merupakan mantan Kapolda Metro Jaya ini membawakan lagu FIRMAN IDOL yang berjudul : KEHILANGAN.

 
Ku coba ungkap tabir ini
Kisah antara kau dan aku
Terpisahkan oleh ruang dan waktu
Menyudutkanmu meninggalkanku

Ku merasa tlah kehilangan
Cintamu yang tlah lama hilang
Kau pergi jauh karena salahku
Yang tak pernah menganggap kamu ada

Asmara memisahkan kita
Mengingatkanku pada dirimu
Gelora mengingatkanku
Bahwa cintamu tlah merasuk jantungku

 
Reff:

Sejujurnya ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu aku gila
Seandainya kamu bisa
Mengulang kembali lagi cinta kita
Takkan ku sia-siakan kamu lagi
 

http://www.jakartapress.com/demo/gallery/images/602/Brimob-Bangga-Jadi-Anak-Buah-BHD.jpg

Foto : Slogan KAMI BANGGA JADI ANAK BUAH JENDERAL di Markas Brimon pada perayaan ulangtahun Brimob, November 2009

Lalu Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani.

Yang sangat menggelikan, saat Wakapolri Jusuf Manggabarani tampil ke depan untuk menyumbangkan suaranya, ia mengatakan bahwa dirinya tidak datang sendirian.

Jusuf Mangga yang merupakan Mantan Komandan Brimob, meminta agar para Mantan Komandan Brimob yang kebetulan hadir dalam acara ulang tahun itu maju ke depan. 

Maka Jusuf Mangga tampil bersama Kepala Lemdikpol Polri Komjen Imam Sudjarwo, Irjen SY Wenas. Mereka membawakan lagu PELANGI DI MATAMU :

(Reff) : Ingin ku maki
diriku sendiri
yang tak berkutik di depanmu
Ada yang lain di senyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak
Ada pelangi di bola matamu
seakan memaksa dan terus memaksa
ada pelangi
Ada yang lain di senyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak
Ada pelangi di bola matamu
dan memaksa diri tuk bilang
Aku sayang padamu
Aku sayang padamu

http://blogwawancaraeksklusifkatakami.files.wordpress.com/2010/03/20091118kapolri2.jpeg?w=400&h=262
Foto : Kapolri BHD dan Wakapolri Jusuf Manggabarani

Dan kalau mau terus terang, koor atau paduan suara dari “KORPS BRIMOB” inilah yang suaranya paling hancur dan amburadul karena suara mereka saling kejar-kejaran. 

Tetapi para jenderal “PARA MANTAN KOMANDAN BRIMOB” ini, benar-benar sangat percaya diri walaupun suara mereka amburadul saat bernyanyi.

Kapolri BHD sangat bahagia dengan semua penampilan bawahannya yang menunjukkan kekompakan dan rasa kebersamaan yang sangat tinggi. 

Perayaan ulangtahun Kapolri BHD yang ke 58 memang cukup sederhana dan diadakan persis di penghujung masa bakti BHD pada institusi Kepolisian. 

Mulai tanggal 1 November 2010 mendatang, Kapolri BHD resmi memasuki masa pensiun.
Genap 2 tahun ia memimpin Polri dengan beragam suka dan duka. 

“Sudah banyak sebenarnya perubahan yang ke arah yang lebih baik dari institusi Polri. Jadi jangan dibilang bahwa Polri itu tidak berubah atau jalan di tempat. Polri sudah berubah” demikian yang disampaikan BHD di hadapan tamu undangan yang memenuhi kediaman dinasnya Minggu malam.

http://images.paraorkut.com/img/pics/glitters/w/white_rose-3260.gif

BHD ingin mengajak sang isteri untuk berlibur sejenak di saat ia lengser nanti.
Dan simaklah sebuah kejutan dari sang isteri di hari ulang tahun Kapolri.

Ibu Nani Bambang Hendarso Danuri memberikan setangkai mawar putih dan mengatakan pada sang suami, “Jangan takut Sayang, ada aku disini. Biarpun tak lagi jadi Kapolri, aku akan setia mendampingimu”.

Ciuman mesra dan setangkai mawar putih memang menjadi hadiah dari isteri tercinta untuk Kapolri BHD.

Cucu tertua BHD yaitu Alia juga mempunyai hadiah khusus untuk sang kakek ( yang biasa dipanggilnya dengan sebutan ABAH).

“Aku gak tahu harus kasih hadiah apa buat Abah. Hadiah dari aku, rasa SAYANG aja ya buah Abah. AKu gak punya hadiah lain, aku cuma punya hadiah itu” kata Alia yang masih berumur 6 tahun ini kepada KATAKAMI.COM. 

Sementara anak sulung BHD yang bernama Hanny, juga mempunyai hadiah khusus untuk sang ayah.

“Hadiah saya untuk Bapak adalah DOA. Doa anak untuk orangtuanya sangat ampuh. Itu yang paling penting buat saya untuk diberikan kepada orangtua yaitu Doa” kata Hanny kepada KATAKAMI.COM di sela-sela acara ulangtahun Kapolri BHD pada Minggu malam. 

Selamat Ulang Tahun Bapak Kapolri. 

Salam hormat, doa dan ucapan selamat ulang tahun kami sampaikan secara tulus.

(MS)

Selamat Datang Timur Pradopo Dan Terimakasih Jenderal BHD

 

Lebaran Bersama BHD, Cucu Kapolri Bertanya, “Abah, Apa Sih Artinya Menghilang Misterius ?”

SBY Cukup Ajukan 1 Nama Calon Kapolri, Jusuf Mangga, Oegroseno Atau Timur Pradopo ?


 

Jakarta 5/10/2010 (KATAKAMI) — Mengejutkan. Itulah kata yang paling tepat menyikapi masuknya nama Komisaris Jenderal Timur Pradopo menjadi calon tunggal Kepala Kepolisian Indonesia (Kapolri) yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari Senin (4/10/2010).

 

Timur Pradopo saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam).

Ia dilantik secara mendadak Senin ( 4/10/2010) kemarin di Ruang Rupatama Mabes Polri menggantikan Komjen Imam Hariyatna.

Dua nama yang diusulkan secara resmi oleh Mabes Polri kepada Presiden SBY untuk menjadi calon Kapolri adalah Komjen. Nanan Soekarna dan Komjen. Imam Sudjarwo akhirnya kandas dan tumbang seketika dari bursa panas calon Kapolri.

Sempat beredar rumors tentang masuknya nama Kabareskrim Komjen. Ito Sumardi ke dalam bursa calon Kapolri.

Namun perkembangan yang terjadi ternyata sangat cepat perubahannya.

Komentar miring bermunculan tentang pencalonan Komjen Timur Pradopo.

Diantaranya disebut pencalonan ini merusak MERIT SYSTEM di kalangan Mabes Polri.

Lalu Presiden dianggap mencalonkan perwira tinggi karbitan.

Apa bedanya Komjen Imam Sudjarwo dengan Komjen Timur Pradopo ?

Walaupun nama Imam Sudjarwo yang diusulkan secara resmi oleh Mabes Polri kepada Presiden SBY tetapi dari segi angkatan Timur jauh lebih senior dari Imam.

http://yustisi.com/wp-content/woo_custom/2560-Timur-Pradopo.jpg

Foto : Komjen Timur Pradopo

 

Timur dari Angkatan 1978.

Dan Imam dari Angkatan 1980.

Dan siapa bilang Nanan Soekarna jauh lebih berpengalaman dari Timur Pradopo ?

Salah besar penilaian semacam itu !

Timur telah membuktikan kemampuannya memimpin dua wilayah secara baik yaitu sebagai Kapolda Jawa Barat dan Kapolda Metro Jaya.

Kelas atau tingkatan Polda Metro Jaya bisa dibilang lebih tinggi tingkatannya dibandingkan Polda-Polda yang ada di wilayah lainnya di Indonesia.

Penunjukan Timur Pradopo juga dituding karena faktor kedekatan dengan Presiden SBY.

Kedekatan dari sisi mana ?

Ketika nama Imam Sudjarwo yang diusulkan oleh Mabes Polri, tiba-tiba ada pihak tertentu yang menghembuskan rumors sangat tidak bertanggung-jawab bahwa Imam adalah kerabat dari Keluarga Besar Presiden SBY.

Rumors itu sendiri sudah dibantah oleh Kalangan Istana Kepresidenan.

 

http://www.matanews.com/wp-content/uploads/sby114.jpg

Foto :  Presiden SBY

 


 

Lalu ketika nama Timur Pradopo yang masuk ke bursa calon Kapolri, ia juga dituding mendapatkan “keberuntungan” ini karena faktor kedekatan dengan Presiden SBY.

Dari segi Angkatan saja, SBY dan Timur sudah sangat jauh bedanya.

SBY dari Angkatan 1973.

Sedangkan Timur dari Angkatan 1978.

Kedekatan itu dihubung-hubungkan dengan “kebersamaan” SBY bersama sejumlah polisi saat mereka bersama-sama ditugaskan mewakili Indonesia dalam Pasukan Perdamaian ke Bosnia Herzegovina beberapa tahun yang sangat silam di era Orde Baru.

Tapi tak cuma Timur Pradopo yang menjadi utusan Mabes Polri untuk bergabung dalam pasukan perdamaian itu.

Terdapat nama lain yang ikut dalam penugasan itu mewakili POLRI yaitu Wahyono ( saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen & Keamanan dengan pangkat Komjen), Kabareskrim Komjen. Ito Sumardi dan Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji.

Timur Pradopo tak perlu berkecil hati dengan tudingan sinis tentang faktor kedekatannya dengan Presiden SBY.

Ia harus bisa menjelaskan rumors itu di hadapan Komisi III DPR-RI yang akan mengadakan uji kepatutan dan kelayakan atau FIT AND PROPER TEST yang akan digelar beberapa hari mendatang kepada dirinya.

 

http://kabarnet.files.wordpress.com/2009/09/panglima2.jpg?w=600

Foto : Marsekal Djoko Suyanto (kiri) dan Jenderal Sutanto (keduanya rekan seangkatan SBY)

 


 

Timur harus merujuk pada pengalaman Marsekal Djoko Suyanto saat ia menjalani uji kepatutan dan kelayakan di hadapan Komisi I DPR-RI saat hendak diangkat menjadi Panglima TNI beberapa tahun silam.

Ketika itu, salah satu pertanyaan yang diajukan anggota Dewan adalah rumors tentang kedekatan Djoko Suyanto dengan Presiden SBY.

Dengan sangat tenang, Djoko mengatakan bahwa ia memang teman seangkatan Presiden SBY.

Djoko memberikan penjelasan tentang hal ihwal perkenalan dan kedekatannya dengan Presiden SBY.

Tidak ada yang istimewa tetapi mereka memang saling mengenal.

Kalau misalnya DPR mau mengkritik kedekatan Presiden SBY dengan sejumlah perwira tinggi, maka yang sangat cocok untuk dikritik adalah kuatnya kekerabatan dengan sesama Angkatan 1973 yang merupakan Angkatan Presiden SBY,

Sempat ada kelakar yang berbunyi AKBP atau Angkatan Bapak Presiden.

Pada periode Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I itulah, AKBP atau Angkatan Bapak Presiden (1973) menguasai semua lini di bidang pertahanan dan keamanan di Indonesia.

 

http://i.okezone.com/content/2010/04/06/339/319703/quhdDYgzCX.jpg

Foto : Presiden SBY

 


 

Presiden SBY sebagai Kepala Negara.

Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI.

Kapolri Jenderal Sutanto sebagai Kapolri.

Kepala Staf  TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Slamet Subianto.

Kepala Staf  TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Herman Prayitno.

Inilah era kejayaan Angkatan 1973.

Tapi itupun tidak ada salahnya.

Sah sah saja bagi seorang Kepala Negara untuk memberikan kepercayaan kepada perwira tinggi di kalangan TNI / Polri untuk menempati pos pos strategis.

Presiden memiliki HAK PREROGATIF.

Ia boleh menunjuk siapa saja untuk menjadi pembantunya.

Seorang presiden tidak akan pernah menunjuk seseorang yang dirasanya akan sangat sulit dan bisa memberikan ketidak-nyamanan jika diangkat sebagai salah seorang pembantu presiden.

Faktor kepercayaan sangat penting dan mutlak untuk didapatkan oleh siapapun yang dipercaya untuk menjadi pembantu presiden.

Presiden SBY samasekali tidak merusak MERIT SYSTEM di tubuh Polri.

 

(DOKUMENTASI FOTO 22 Februari 2001) Presiden Abdurrahman Wahid dan Wapres Megawati Soekarnoputri di Lanud halim Perdanakusuma Jakarta

 


 

Bandingkan dengan era Presiden KH. Abdurrahman Wahid yang pernah menaikkan pangkat seorang perwira tinggi 2 tingkat sekaligus dalam sehari agar bisa menjadi Kapolri.

Ini pernah terjadi !

Lalu bandingkan dengan era Presiden Megawati Soekarnoputri yang pernah membatalkan Keputusan Presiden (Keppres) dari presiden sebelumnya yang memecat atau memberhentikan seorang Kapolri.

Seorang Kapolri yang sudah diberhentikan, diangkat kembali oleh Presiden Megawati.

Lalu dalam hitungan waktu yang tidak terlalu lama, diberhentikan kembali karena akan diangkat Kapolri baru yang benar-benar baru.

Inilah pertama kali dalam sejarah, ada Kapolri yang sudah diberhentikan, bisa diangkat kembali menduduki jabatan sebelumnya.

Presiden Megawati dalam masa pemerintahannya juga pernah menampik nama-nama calon Kapolri yang diusulkan secara resmi oleh Mabes Polri.

Akhirnya Mabes Polri memberikan alternatif baru kepada Presiden Megawati yaitu mengusulkan nama Dai Bachtiar.

Akhirnya nama Dai Bachtiar yang dipilih Megawati untuk menjadi Kapolri.

Atas nama HAK PREROGATIF, para mantan presiden Indonesia masing-masing memiliki “kebijakan istimewa” menyangkut penunjukan seorang Kapolri.

Jadi, tidak ada yang salah pada kebijakan yang diambil oleh Presiden SBY menyangkut penunjukan nama Komjen. Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kapolri.

SBY terlihat betul mendapatkan masukan yang sangat konkrit tentang kapan ia harus mengajukan nama calon Kapolri.

Jenderal Bambang Hendarso Danuri akan resmi memasuki masa pensiun per tanggal 1 November 2010.

Banyak media massa (nasional) yang salah dalam memberitakan masa pensiun Jenderal BHD.

 

http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2010/04/kapolri.jpg?w=570

Foto : Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri

 


 

Jenderal BHD memang akan berulang tahun tanggal 10 Oktober nanti.

Tetapi, secara ADMINISTRASI, masa pensiun itu akan efektif per tanggal 1 bulan berikutnya.

Itulah sebabnya dalam surat yang dikirimkan Presiden SBY kepada Ketua DPR-RI, dicantumkan bahwa mengacu pada akan berakhirnya masa tugas Jenderal Bambang Hendarso Danuri pada tanggal 31 Oktober 2010.

Jenderal BHD MASIH TETAP sebagai perwira tinggi Polri yang aktif sampai dengan tanggal 31 Oktober 2010.

Jadi bukan tanggal 10 Oktober Jenderal BHD pensiun.

Sekali lagi, Jenderal BHD akan resmi pensiun per tanggal 1 November 2010.

Kini, semua pihak diharapkan mau memberikan dukungan kepada pencalonan Komjen. Timur Pradopo agar proses SUKSESI di tubuh Polri berjalan dengan sangat baik.

Proses uji kepatutan dan kelayakan ( FIT AND PROPER TEST ) di DPR, semoga berjalan dengan sangat baik dan tidak mendapat hambatan apapun.

Berikanlah kesempatan dan kepercayaan kepada Komjen Timur Pradopo bahwa ia akan mampu melanjutkan reformasi di tubuh Polri dan mendatangkan perbaikan disana-sini yang memang dibutuhkan oleh institusi Polri.

Komjen. Timur Pradopo harus menjaga jarak dengan semua parpol.

http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2010/02/mabes-polri1.jpg?w=570

Ia harus sama dekat dan sama jauhnya dengan semua partai politik.

Sebab seorang Kapolri tidak boleh terlibat dalam politik praktis.

Timur Pradopo bukan perwira tinggi karbitan.

Ia polisi yang senior.

Ia sudah pernah memegang 2 wilayah dalam rekam jejaknya.

Sehingga diharapkan kepercayaan sangat penting menjadi seorang KAPOLRI, akan dilaksanakan oleh Timur Pradopo dengan sebaik-baiknya.

Banyak hal positif yang sudah dilakukan oleh Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri sehingga Timur Pradopo wajib melanjutkan semua hal yang sudah baik.

Tetapi, berbagai kekurangan dalam masa kepemimpinan Jenderal BHD dalam institusi Polri, harus bisa diperbaiki oleh Timur Pradopo.

Mabes Polri juga harus solid dan tak lagi berkubu-kubu didalam internalnya.

(Dokumentasi Foto) Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol.Timur Pradopo (tengah) didampingi Dir.Reskrim Umum, Kombes Pol. Idham Azis (kiri), serta Kabid.Humas, Kombes Pol. Boy Rafli Amar memaparkan temuan tersangka kasus penusukan terhadap jemaat HKBP Ciketing, di Markas Polda Metro, Jakarta, Selasa (14/9/2010).

Ingatlah pesan Presiden SBY bahwa dalam penanganan terorisme, Mabes Polri harus bisa dan harus mau bekerjasama dengan TNI ( dan Badan Intelijen Negara tentunya ).

Ingatlah juga pesan Presiden SBY bahwa hendaklah perwira tinggi Polri jangan ada  (lagi) yang sibuk bermanuver kesana-kemari hanya untuk mendapatkan posisi atau kedudukan yang lebih tinggi.

Seorang Presiden, tentu mendapatkan informasi dan laporan yang sangat cepat dan akurat.

Selamat datang, Jenderal Timur Pradopo.

Selamat menjalani semua proses yang wajib dilalui di parlemen untuk melangkah menjadi Tri Brata 1.

Rangkullah nama-nama lain yang gagal terpilih sebagai calon Kapolri agar jangan ada rasa sakit hati atau dendam yang tak pada tempatnya.

Dan terimakasih untuk Jenderal BHD yang sebentar lagi akan memasuki masa purna bhakti.

Terimakasih sebab Jenderal sudah melakukan yang terbaik untuk Bangsa, Negara dan rakyat Indonesia.

BHD pasti akan tetap dipercaya oleh Presiden SBY untuk menempati pos-pos penting dalam pemerintahan.

Misalnya mengisi salah satu posisi MENTERI pada saat dilakukan perombakan kabinet menjelang akhir bulan Oktober ini.

Atau dipertimbangkan menjadi DUTA BESAR INDONESIA untuk Kerajaan Malaysia menggantikan Jenderal Dai Bachtiar yang sudah terbilang cukup lama menempati pos penting tersebut.

http://dover9.com/wp-content/uploads/2010/04/polri-Logo.png

BHD pantas untuk menggantikan Dai sebab pos Duta Besar RI di Malaysia biasanya memang diisi oleh para Mantan Kapolri.

Atau di negara sahabat lain yang selama ini sudah menjalin kerjasama sangat baik dengan Indonesia yaitu kerjasama POLICE TO POLICE.

Dan lebih pantas lagi dipertimbangkan untuk mengisi salah satu pos strategis di kabinet pada saat RESUFFLE nanti.

Suksesi di tubuh Polri harus didukung semua pihak agar tidak terhambat atau tersandung oleh hal-hal yang tidak semestinya terjadi.

Timur Pradopo adalah pilihan Presiden yang diyakini mampu membawa Polri ke arah yang jauh lebih baik.

Asal diberi kesempatan dan kepercayaan, Timur pasti mampu.

Dan Timur Pradopo tidak boleh mengecewakan rakyat Indonesia.

Terlalu berat dan terlalu mahal harganya kalau kesempatan dan kepercayaan itu disia-siakan.

Sekali lagi, SIAP, selamat datang (calon) KAPOLRI BARU !

(MS)

Photostream : Britain’s Foreign Secretary William Hague in first visit to Russia

KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.WORDPRESS.COM

KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.BLOGSPOT.COM

Russias President Dmitry Medvedev (R) shakes hands with Britains Foreign Secretary William Hague as they meet at the Gorki presidential residence outside Moscow, October 13, 2010. Britain and Russia said on Wednesday they hoped for a thaw in frosty relations after years of disputes over the murder of a Kremlin critic in London with a rare radioactive isotope. ( Getty Images/ REUTERS/RIA Novosti/Kremlin/Mikhail Klimentyev )
 Russias President Dmitry Medvedev (R) meets with Britains Foreign Secretary William Hague at the Gorki presidential residence outside Moscow October 13, 2010. Britain and Russia said on Wednesday they hoped for a thaw in frosty relations after years of disputes over the murder of a Kremlin critic in London with a rare radioactive isotope. ( REUTERS/RIA Novosti/Kremlin/Mikhail Klimentyev )
Russian Foreign Minister Sergey Lavrov (L) and British Foreign Secretary William Hague arrive for a meeting in Moscow on October 13, 2010. Russian Foreign Minister Sergei Lavrov hosts British Foreign Secretary William Hague on a rare visit after saying it was up to Britain to take the initiative and help bring about a thaw in relations. (Getty Images/ AFP PHOTO / ALEXANDER NEMENOV)
Russias Foreign Minister Sergei Lavrov (L) shows the way to Britains Foreign Secretary William Hague as they meet in Moscow October 13, 2010. ( REUTERS/Alexander Natruskin )
Russian Foreign Minister Sergey Lavrov, right listens to Britains Foreign Secretary William Hague during a joint press conference after their meeting in Moscow, Russia, Wednesday, Oct. 13, 2010. Anglo-Russian relations have been tense amid controversy over issues including the fatal poisoning of former Russian spy Alexander Litvinenko in London in 2006 and the enforced exile of executives in British oil company BP PLCs Russian joint venture. (AP Photo/Misha Japaridze)

Photostream : Hillary Clinton in Sarajevo

KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.WORDPRESS.COM & KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.BLOGSPOT.COM

 

US Secretary of State Hillary Rodham Clinton on her arrival, in Sarajevo, Bosnia, Monday, Oct. 11, 2010. Secretary of State Hillary Rodham Clinton is pressing political reforms to the restive Balkans with the hope that such changes will lead to the regions full integration into the European Union and NATO. Clinton arrived Monday night in Sarajevo, the capital of ethnically divided Bosnia-Herzegovina, which just held elections, to urge the countrys new leadership to make EU membership a priority. She then travels to Serbia and its now-independent former province of Kosovo to encourage the bitterly divided sides to normalize relations. (Getty Images)
US Secretary of State, Hillary Clinton waves as she walks out of airplane, upon arrival at Sarajevo airport, late on October 11, 2010. Secretary Clinton arrived in two-day visit to Bosnian capital on her tour of the Balkans. Clintons visit to Balkans also includes visits to capitals of Serbia and Kosovo. (Getty Images)
US Secretary of State Hillary Rodham Clinton, centre left, is greeted by unidentified officials, on her arrival, in Sarajevo, Bosnia, Monday, Oct. 11, 2010. Secretary of State Hillary Rodham Clinton is pressing political reforms to the restive Balkans with the hope that such changes will lead to the regions full integration into the European Union and NATO. Clinton arrived Monday night in Sarajevo, the capital of ethnically divided Bosnia-Herzegovina, which just held elections, to urge the countrys new leadership to make EU membership a priority. She then travels to Serbia and its now-independent former province of Kosovo to encourage the bitterly divided sides to normalize relations. (Getty Images)
US Secretary of State Hillary Rodham Clinton, left, on her arrival, in Sarajevo, Bosnia, Monday, Oct. 11, 2010. Secretary of State Hillary Rodham Clinton is pressing political reforms to the restive Balkans with the hope that such changes will lead to the regions full integration into the European Union and NATO. Clinton arrived Monday night in Sarajevo, the capital of ethnically divided Bosnia-Herzegovina, which just held elections, to urge the countrys new leadership to make EU membership a priority. She then travels to Serbia and its now-independent former province of Kosovo to encourage the bitterly divided sides to normalize relations. (Getty Images)
Kosovars walk near a billboard with a photo of U.S. Secretary of State Hillary Clinton, in Pristina October 11, 2010. Clinton travels to the Balkans on Monday, seeking to buttress the fragile peace that was one of her husbands chief foreign policy achievements as president. Clinton will urge reconciliation for Bosnia, Serbia and Kosovo, which battled through the collapse of Yugoslavia in the 1990s and dominated the news when former U.S. President Bill Clinton was in office. (Getty Images)

Photostream : U.S. Defense Secretary Robert Gates in Hanoi

US Defense Secretary Robert Gates reviews an honour guard during a welcoming ceremony prior to the opening of the ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) Defense Ministers meeting with their main counterparts in Hanoi on October 12, 2010. (Getty Images)
U.S. Defense Secretary Robert Gates reviews an honor guard during a welcoming ceremony prior to the opening of the ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) Defense Ministers meeting with their main counterparts in Hanoi, Vietnam Tuesday, Oct. 12, 2010. (Getty Images)
 U.S. Defense Secretary Robert Gates reviews the guard of honor during the welcoming ceremony at the National Convention Center before the first Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Defence Ministers Meeting Plus in Hanoi October 12, 2010. (Getty Images)
Vietnams Minister of Defense General Phung Quang Thanh (L) introduces U.S. Defense Secretary Robert Gates (2nd L) to (from right) Admiral Hien, Lt. Gen. Khue , and Lt. Gen. Nguyen Chi Vinh on October 11, 2010 at the Vietnam Ministry of Defense in Hanoi, Vietnam. Gates is in the region to attend a meeting of defense ministers from around the Asia-Pacific region. (Getty Images)
U.S. Defense Secretary Robert Gates,(L) and Vietnams Minister of Defense General Phung Quang Thanh during a press conference at the Vietnam Ministry of Defense on October 11, 2010 at the Vietnam Ministry of Defense in Hanoi, Vietnam. Gates is in the region to attend a meeting of defense ministers from around the Asia-Pacific region. (Getty Images)
China’s Defense Minister Liang Guanglie (R) and US Defense Secretary Robert Gates pose for a photo before their meeting in Hanoi October 11, 2010. Liang and Gates are in Hanoi for the first ASEAN Defence Ministers Meeting Plus this week. (Getty Images)
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.